Minggu, 11 September 2016

BAHASAN MENGENAI IEDUL ADHA/IEDUL QURBAN

Sedikit oleh2 persiapan untuk yang mampuh dan mau berqurban :..
Bahasan tentang QURBAN menurut Madzhab Imam Syafi'i Ra

Kajian Kitab Fathul Mu’in dan syarahnya I’anatuththalibin

Tentang : TADL HIYAH  (BERQURBAN)

يُسَنُّ مُتَأَكِّدًا لِحُرٍّ قَادِرٍ تَضْحِيَةٌ بِذَبْحِ جَذَعِ ضَأْنٍ لَهُ سَنَةٌ أَوْ سَقَطَ سِنُّهُ وَلَوْ قَبْلَ تَمَامِهَا أَوْ ثَنِيِّ مَعْزٍ أَوْ بَقَرٍ لَهُمَا سَنَتَانِ أَوْ إِبِلٍ لَهُ خَمْسُ سِنِيْنَ بِنِيَّةِ أُضْحِيَةٍ عِنْدَ ذَبْحٍ أَوْ تَعْيِيْنٍ

Qurban disunnahkan sebagai sunnah muakkad bagi orang yang merdeka (bukan budak) dan mampu, dengan menyembelih kambing domba berumur satu tahun, atau yang sudah tanggal giginya meskipun belum sempurna umur satu tahun, atau kambing kacang atau sapi umur dua tahun, atau unta umur lima tahun, dengan niat berqurban yang dilakukan ketika penyembelihan atau ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban

قَوْلُهُ بِنِيَّةِ أُضْحِيَّةٍ إِلَخْ ) مُتَعَلِّقٌ بِتَضْحِيَةٌ

Ucapan Mushannif: BINIYYATI UDL HIYAH adalah terkait dengan TADL HIYAH YA'NI BERQURBAN

أَيْMaksudnya:

يُشْتَرَطُ فِيْهَا اَلنِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّيْ بِهِ وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ فَيَقُوْلُ نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ أَوْ أَدَاءَ سُنَّةِ التَّضْحِيَةِ فَإِنِ اقْتَصَرَ عَلَى نَحْوِ الْأُضْحِيَّةِ صَارَتْ وَاجِبَةً يَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْهَا

Qurban disyaratkan niat yang dilakukan ketika menyembelih hewan qurban, atau sebelum penyembelihan yaitu ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban.

Sebagaimana diketahui bahwa niat adalah didalam hati, dan disunnahkan diucapkan dengan lisan, yaitu dengan mengucapkan:NAWAITUL UDL HIYATA  ALMASNUUNATA (niyat saya qurban sunnah / NAWAITU ADAA A SUNNATITTADLHIYATI niat saya melakukan sunnah berqurban..

Jika hanya mengucapkan UDL HIYAH saja maka Qurbannya menjadi qurban wajib yg mana haram ikut memakan dari hewan qurban tersebut

وَهِيَ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ

Qurban lebih utama dari shadaqah

وَوَقْتُهَا مِنْ اِرْتِفَاعِ شَمْسِ نَحْرٍ إِلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ

Waktu qurban mulai meningginya matahari pada hari Nahr (hari raya Idul Adha) sampai dengan akhir hari tasyriq

وَيُجْزِىءُ سُبُعُ بَقَرٍ أَوْ إِبِلٍ عَنْ وَاحِد
Dan ٍsepertujuh sapi atau unta cukup untuk satu orang

وَلَا يُجْزِىءُ عَجْفَاءُ وَمَقْطُوْعَةُ بَعْضِ ذَنَبٍ أَوْ أُذُنٍ أُبِيْنَ وَإِنْ قَلَّ وَذَاتُ عَرَجٍ وَعَوَرٍ وَمَرَضٍ بَيِّنٍ وَلَا يَضُرُّ شَقُّ أُذُنٍ أَوْ خَرْقُهَا

Berqurban tidak cukup dengan hewan yang kurus sekali,  juga yang terpotong sebagian ekornya,  juga yang telinganya dihilangkan , juga yang pincang , juga  yang picak matanya,  juga yang sakit sekali, Dan tidak apa-apa hewan yang telinganya terbelah atau robek

وَالْمُعْتَمَدُ عَدَمُ إِجْزَاءِ التَّضْحِيَةِ بِالْحَامِلِ خِلَافًا لِمَا صَحَّحَهُ ابْنُ الرِّفْعَةِ

Menurut pendapat yang mu’tamad, qurban tidak cukup dengan hewan yang bunting, berbeda dengan pendapat yang dishahihkan oleh Imam Ibnurrif’ah

وَلَوْ نَذَرَ التَّضْحِيَةَ بِمُعِيْبَةٍ أَوْ صَغِيْرَةٍ أَوْ قَالَ جَعَلْتُهَا أُضْحِيَةً فَإِنَّهُ يَلْزَمُ ذَبْحُهَا وَلَا يُجْزِىءُ أُضْحِيَةً وَإنْ اُخْتُصَّ ذَبْحُهَا بِوَقْتِ الْأُضْحِيَةِ وَجَرَتْ مَجْرَاهَا فِي الصَّرْفِ

Jika seseorang nadzar berqurban dengan hewan yang cacat, atau hewan yang kecil, atau dia berucap: “Aku jadikan hewan tersebut untuk berqurban” , maka hukumnya wajib menyembelih hewan tersebut, akan tetapi penyembelihan tersebut tidak mencukupi sebagai qurban meskipun dilakukan pada waktu qurban, dan hewan tersebut dialokasikan sebagaimana qurban dalam pengalokasiannya

وَيَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْ أُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ

Haram memakan dark hewan qurban atau hadyu(jewan yg disembelih dalam Haji dan Umroh) yang menjadi wajib karena dinadzarkan

وَيَجِبُ التَّصَدُّقُ وَلَوْ عَلَى فَقِيْرٍ وَاحِدٍ بِشَيْءٍ نَيِّئًا وَلَوْ يَسِيْرًا مِنَ الْمُتَطَوَّعِ بِهَا وَالْأَفْضَلُ اَلتَّصَدُّقُ بِكُلِّهِ إِلَّا لُقَمًا يَتَبَرَّكُ بِأَكْلِهَا وَأَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْكَبِدِ وَأَنْ لَا يَأْكُلَ فَوْقَ ثَلَاثٍ وَالْأَوْلَى اَلتَّصَدُّقُ بِجِلْدِهَا وَلَهُ إِطْعَامُ أَغْنِيَاءَ لَا تَمْلِيْكُهُمْ

Qurban wajib disedekahkan walaupun kepada satu orang faqir berupa daging yang mentah meskipun sedikit dari qurban Yang sunnah sunnah dan utamanya disedekahkan semuanya kecuali beberapa suap dengan tujuan bertabarruk(ngambil barokah) dengan memakannya, dan sunnahnya yang dimakan dark hatinya dan utamanya tidak memakan melebihi tiga suapan juga utamanya menyedekahkan kulitnya, Boleh memberi makan untuk orang-orang kaya namun tidak boleh menjadikan milik kepada mereka.

وَيُسَنُّ أَنْ يَذْبَحَ الرَّجُلُ بِنَفْسِهِ وَأَنْ يَشْهَدَهَا مَنْ وَكَّلَ بِهِ

Seseorang yang berqurban disunnahkan menyembelih sendiri dan Orang yang mewakilkan disunnahkan menyaksikan penyembelihan

وَكُرِهَ لِمُرِيْدِهَا إِزَالَةُ نَحْوِ شَعَرٍ فِيْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ التَّشْرِيْقِ حَتَّى يُضَحِّيَ

Dan dimakruhkan bagi orang Yang mau nerqurban menghilangkan seumpama rambut pada sepuluh hari yanh awal Dzul Hijjah dan hari-hari tasyriq hingga dia berqurban...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar