Senin, 12 September 2016

PENTINGNYA QIYAMUL LAIL

Pentingnya "Qiyamul Lail"

Umar bin Khaththab ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa mengerjakan shalat malam dan dia membaguskan shalatnya, maka Allah memuliakannya dengan sembilan perkara; lima perkara di dunia dan empat perkara di akhirat.

Adapun lima perkara di dunia adalah :
(1) Dijaga oleh Alloh dari berbagai bencana;
(2) Bekas ketaatan tampak di wajahnya;
(3) Disukai oleh para hamba Alloh;
(4) Lisannya mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah;
(5) Dijadikan orang yang bijaksana.

Sementara empat kebaikan nanti di akhirat adalah :
(1) Dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah berseri;
(2) Diringankan hisabnya;
(3) Mampu melewati jembatan (shirat) laksana kilat;
(4) Diberikan kitab catatan amalnya pada tangan kanan” (HR Bukhari).

Dan ingat malam lebaran ini adalah malam terbaik bagi kita untuk munajat,istighfar,dzikir, sholat tahajjud dan membaca alQuran dalam bingkai "qiyamul lail"

Rbbaba Taqabbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin...
_________________
Photo Al-Habib Umar Bin Hafidz saat wukuf di Arafah

Minggu, 11 September 2016

BAHASAN MENGENAI IEDUL ADHA/IEDUL QURBAN

Sedikit oleh2 persiapan untuk yang mampuh dan mau berqurban :..
Bahasan tentang QURBAN menurut Madzhab Imam Syafi'i Ra

Kajian Kitab Fathul Mu’in dan syarahnya I’anatuththalibin

Tentang : TADL HIYAH  (BERQURBAN)

يُسَنُّ مُتَأَكِّدًا لِحُرٍّ قَادِرٍ تَضْحِيَةٌ بِذَبْحِ جَذَعِ ضَأْنٍ لَهُ سَنَةٌ أَوْ سَقَطَ سِنُّهُ وَلَوْ قَبْلَ تَمَامِهَا أَوْ ثَنِيِّ مَعْزٍ أَوْ بَقَرٍ لَهُمَا سَنَتَانِ أَوْ إِبِلٍ لَهُ خَمْسُ سِنِيْنَ بِنِيَّةِ أُضْحِيَةٍ عِنْدَ ذَبْحٍ أَوْ تَعْيِيْنٍ

Qurban disunnahkan sebagai sunnah muakkad bagi orang yang merdeka (bukan budak) dan mampu, dengan menyembelih kambing domba berumur satu tahun, atau yang sudah tanggal giginya meskipun belum sempurna umur satu tahun, atau kambing kacang atau sapi umur dua tahun, atau unta umur lima tahun, dengan niat berqurban yang dilakukan ketika penyembelihan atau ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban

قَوْلُهُ بِنِيَّةِ أُضْحِيَّةٍ إِلَخْ ) مُتَعَلِّقٌ بِتَضْحِيَةٌ

Ucapan Mushannif: BINIYYATI UDL HIYAH adalah terkait dengan TADL HIYAH YA'NI BERQURBAN

أَيْMaksudnya:

يُشْتَرَطُ فِيْهَا اَلنِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّيْ بِهِ وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ فَيَقُوْلُ نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ أَوْ أَدَاءَ سُنَّةِ التَّضْحِيَةِ فَإِنِ اقْتَصَرَ عَلَى نَحْوِ الْأُضْحِيَّةِ صَارَتْ وَاجِبَةً يَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْهَا

Qurban disyaratkan niat yang dilakukan ketika menyembelih hewan qurban, atau sebelum penyembelihan yaitu ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban.

Sebagaimana diketahui bahwa niat adalah didalam hati, dan disunnahkan diucapkan dengan lisan, yaitu dengan mengucapkan:NAWAITUL UDL HIYATA  ALMASNUUNATA (niyat saya qurban sunnah / NAWAITU ADAA A SUNNATITTADLHIYATI niat saya melakukan sunnah berqurban..

Jika hanya mengucapkan UDL HIYAH saja maka Qurbannya menjadi qurban wajib yg mana haram ikut memakan dari hewan qurban tersebut

وَهِيَ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ

Qurban lebih utama dari shadaqah

وَوَقْتُهَا مِنْ اِرْتِفَاعِ شَمْسِ نَحْرٍ إِلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ

Waktu qurban mulai meningginya matahari pada hari Nahr (hari raya Idul Adha) sampai dengan akhir hari tasyriq

وَيُجْزِىءُ سُبُعُ بَقَرٍ أَوْ إِبِلٍ عَنْ وَاحِد
Dan ٍsepertujuh sapi atau unta cukup untuk satu orang

وَلَا يُجْزِىءُ عَجْفَاءُ وَمَقْطُوْعَةُ بَعْضِ ذَنَبٍ أَوْ أُذُنٍ أُبِيْنَ وَإِنْ قَلَّ وَذَاتُ عَرَجٍ وَعَوَرٍ وَمَرَضٍ بَيِّنٍ وَلَا يَضُرُّ شَقُّ أُذُنٍ أَوْ خَرْقُهَا

Berqurban tidak cukup dengan hewan yang kurus sekali,  juga yang terpotong sebagian ekornya,  juga yang telinganya dihilangkan , juga yang pincang , juga  yang picak matanya,  juga yang sakit sekali, Dan tidak apa-apa hewan yang telinganya terbelah atau robek

وَالْمُعْتَمَدُ عَدَمُ إِجْزَاءِ التَّضْحِيَةِ بِالْحَامِلِ خِلَافًا لِمَا صَحَّحَهُ ابْنُ الرِّفْعَةِ

Menurut pendapat yang mu’tamad, qurban tidak cukup dengan hewan yang bunting, berbeda dengan pendapat yang dishahihkan oleh Imam Ibnurrif’ah

وَلَوْ نَذَرَ التَّضْحِيَةَ بِمُعِيْبَةٍ أَوْ صَغِيْرَةٍ أَوْ قَالَ جَعَلْتُهَا أُضْحِيَةً فَإِنَّهُ يَلْزَمُ ذَبْحُهَا وَلَا يُجْزِىءُ أُضْحِيَةً وَإنْ اُخْتُصَّ ذَبْحُهَا بِوَقْتِ الْأُضْحِيَةِ وَجَرَتْ مَجْرَاهَا فِي الصَّرْفِ

Jika seseorang nadzar berqurban dengan hewan yang cacat, atau hewan yang kecil, atau dia berucap: “Aku jadikan hewan tersebut untuk berqurban” , maka hukumnya wajib menyembelih hewan tersebut, akan tetapi penyembelihan tersebut tidak mencukupi sebagai qurban meskipun dilakukan pada waktu qurban, dan hewan tersebut dialokasikan sebagaimana qurban dalam pengalokasiannya

وَيَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْ أُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ

Haram memakan dark hewan qurban atau hadyu(jewan yg disembelih dalam Haji dan Umroh) yang menjadi wajib karena dinadzarkan

وَيَجِبُ التَّصَدُّقُ وَلَوْ عَلَى فَقِيْرٍ وَاحِدٍ بِشَيْءٍ نَيِّئًا وَلَوْ يَسِيْرًا مِنَ الْمُتَطَوَّعِ بِهَا وَالْأَفْضَلُ اَلتَّصَدُّقُ بِكُلِّهِ إِلَّا لُقَمًا يَتَبَرَّكُ بِأَكْلِهَا وَأَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْكَبِدِ وَأَنْ لَا يَأْكُلَ فَوْقَ ثَلَاثٍ وَالْأَوْلَى اَلتَّصَدُّقُ بِجِلْدِهَا وَلَهُ إِطْعَامُ أَغْنِيَاءَ لَا تَمْلِيْكُهُمْ

Qurban wajib disedekahkan walaupun kepada satu orang faqir berupa daging yang mentah meskipun sedikit dari qurban Yang sunnah sunnah dan utamanya disedekahkan semuanya kecuali beberapa suap dengan tujuan bertabarruk(ngambil barokah) dengan memakannya, dan sunnahnya yang dimakan dark hatinya dan utamanya tidak memakan melebihi tiga suapan juga utamanya menyedekahkan kulitnya, Boleh memberi makan untuk orang-orang kaya namun tidak boleh menjadikan milik kepada mereka.

وَيُسَنُّ أَنْ يَذْبَحَ الرَّجُلُ بِنَفْسِهِ وَأَنْ يَشْهَدَهَا مَنْ وَكَّلَ بِهِ

Seseorang yang berqurban disunnahkan menyembelih sendiri dan Orang yang mewakilkan disunnahkan menyaksikan penyembelihan

وَكُرِهَ لِمُرِيْدِهَا إِزَالَةُ نَحْوِ شَعَرٍ فِيْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ التَّشْرِيْقِ حَتَّى يُضَحِّيَ

Dan dimakruhkan bagi orang Yang mau nerqurban menghilangkan seumpama rambut pada sepuluh hari yanh awal Dzul Hijjah dan hari-hari tasyriq hingga dia berqurban...

Sabtu, 02 April 2016

SEJARAH DAN KEISTIMEWAAN MAULID ADH-DHIYAUL LAMI'

SEJARAH DAN KEISTIMEWAAN MAULID ADH-DHIYAUL LAMI'

Adh-Dhiyaul Lami' artinya cahaya yang terang-benderang, merupakan kitab Maulid yang dikarang oleh al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pada tahun 1994 di Kota Syihr dekat Mukalla, Yaman. Habib Umar bin Hafidz malam itu memanggil seorang muridnya yang penulis lalu berkata: “Bawakan kertas, tulislah”. Kemudian beliau berucap, melantunkan Maulid adh-Dhiyaul Lami' ini mulai tengah malam. Dan sekitar sepertiga malam terakir seluruh kitab Maulid adh-Dhiyaul Lami’ sudah selesai.

Habib Umar bin Hafidz (Guru Mulia) punya keahlian bahasa yang dipadu dengan kekuatan ruh di dalam makrifah dan kedalaman ilmu syariah serta hadits yang beliau miliki. Dari ribuan syair yang ditulis oleh Habib Umar bin Hafidz Maulid adh-Dhiyaul Lami' adalah satu diantaranya.

Guru Mulia mampu menuliskan dengan penuh hampir seluruh dari sejarah Rasulullah Saw. Mulai dari masa lahir, tanggal lahir, bulan, tahun, jumlah peperangan, perjuangan di Mekkah, perjuangan di Madinah, usia, jumlah Ahlul Badr yang wafat, tahun Perang Badr, tanggal, bulan, hingga ratusan sejarah lain yang terjadi di masa Rasulullah Saw. Semua ini termuat di dalam kitab Maulid adh-Dhiyaul Lami’ dengan kodetifikasi-kodetifikasi yang mungkin belum kita pahami. Hal ini dalam kekeramatan auliya disebut "warad". Semacam ilham tapi dari keahlian manusia yang dipadu Allah, disebut juga ladunni.

Hal inilah yang membuat Maulid adh-Dhiyaul Lami' sangat mulia karena angka-angkanya pun menuliskan sejarah Nabi Saw. Semisal bait-bait shalawat pembukanya berjumlah 12, melambangkan kelahiran Nabi Saw. yang lahir tanggal 12 Rabi'ul Awal. Lalu pasal pertamanya dipadu dari 3 surah, yaitu al-Fath, at-Taubah dan al-Ahzab. Tiga surah ini melambangkan kelahiran Nabi Saw. adalah pada bulan ke-3, yaitu Rabi'ul Awal. Dan bila dihitung baitnya dari pasal pertama sampai Mahallul Qiyam jumlahnya 63, melambangkan usia Nabi Muhammad Saw.

Ruh Rasulullah Saw. tak pernah tidak hadir dalam majelis Maulid adh-Dhiyaul Lami’. Banyak para jamaah bermimpi melihat Ahlul Badr, Ahlul Uhud, para wali masa lalu, bahkan para nabi hadir di majelis Maulid adh-Dhiyaul Lami’. Dan Ruh Rasulullah Saw. sudah ada sebelum satu orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum tak tersisa satu orang pun.

Ketika Habib Mundzir al-Musawa sudah lama bertahun-tahun tidak jumpa dengan Habib Zein bin Smith Madinah, karena beberapa kali beliau ke Indonesia saya tak sempat jumpa, maka ketika jumpa saya tertunduk-tunduk mencium tangan beliau. Maka Habib Zein dengan santainya berkata: “Ahlan wahai Mundzir...”

Habib Mundzir bertanya: “Wahai Habibana Zein, bagaimana Habib masih kenal nama saya padahal saya lama tak jumpa Habibana?”

“Bagaimana aku lupa namamu? Engkau tiap malam ada di hadirat Rasulullah Saw.” Jawab Habib Zein kemudian.

Hampir jatuh pingsan Habib Mundzir mendengar ucapan itu, dan Habib Zein dengan santainya pergi begitu saja menghadapi tamu-tamu lain.

Pernah seorang terpercaya bertanya saat di Madinah kepada Habib Umar bin Hafidz, “Wahai Guru Mulia, kapan Madinah ini akan membaca Maulid besar-besaran?"

Habib Umar bin Hafidz menjawab, “Aku dan Engkau akan hidup saat pembacaan Maulid Agung di Masjid Nabawi dan Masjid al-Aqsha..."

Kamis, 18 Februari 2016

TANDA KECINTAAN TULUS BAGINDA YANG MULYA RASULULLAH SAW KEPADA UMATNYA

TANDA KECINTAAN TULUS BAGINDA YANG MULYA RASULULLAH SAW..KEPADA UMATNYA
------------------------------------
Suatu hari Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW, Maka Rasulullah SAW bertanya.

“Ada apa wahai Jibril?”
“Wahai Muhammad sesungguhnya hari ini Allah SWT sedang mengobarkan nyala api neraka…  Maka seluruh malaikat amat ketakutan… Mereka tidak tahu harus bagaimana… Untunglah aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah kepala alam semesta…  Justru itulah aku di sini. Untuk bertabaruk dengan cinta Allah yang ada pada dirimu.”
Rasulullah SAW terdiam beberapa saat lalu bertanya.
“Wahai Jibril, Shif lii washfan naar…
Critakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”
“Wahai Muhammad,..  Neraka itu bagaikan lobang lobang yang terdiri dari tujuh tingkat…  Dimana jarak antara satu lobang dengan yang lain adalah 70 tahun perjalanan…  Lobang yang paling bawah adalah yang paling panas.”
Lalu siapakah penghuni lobang lobang neraka itu wahai Jibril?”
“Lobang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik…  Lobang berikutnya untuk penyembah berhala…  Lalu untuk penyembah bintang dan matahari…”
Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan lobang lobang itu…
Hingga lobang neraka yang ke lima tempatnya umat Yahudi dan ke enam Nasrani…
Lalu kemudian Jibril diam cukup lama…
Rasulullah SAW bertanya.
“Wahai Jibril… siapakah penghuni neraka yang ketujuh?”
Jibril diam…
Dan Rasulullah SAW bertanya lagi…
Namun Jibril tetap diam… Rasulullah SAW mendesak lagi. Akhirnya Jibril berkata.

“Umatmu wahai Muhammad…mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan Umatmu yang dimana sampai mereka mati tapi belum sempat bertaubat.”
Mendengar jawaban Jibril Rasulullah SAW langsung jatuh pingsan…
Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda SAW di atas pangkuannya…
Tidak berapa lama Rasulullah SAW sadar dan langsung menangis bersimbah air mata. Sambil terisak isak Nabi SAW bertanya…
“Yaa Jibril… awayadkhulu ummatii an naar?
Wahai Jibril apakah memang ada di antara umatku yg masuk neraka?”
“Benar wahai Muhammad … pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat.”
Setelah itu Nabi SAW langsung menghadap kiblat dan sujud menyembah Allah SWT dalam isakan tangis…
Sesekali dengan lirih perlahan beliau membisikkan kata kata…
ummati ya Rabb…
ummatii…ummatii…ummatii…
Beliau SAW tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat tiga hari tiga malam…
kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan azan beliau barulah bangkit untuk menjadi imam dan setelahnya kembali sujud…
Pada hari ketiga Abu Bakar ra menyadari hal ini…  Dia mengetuk pintu Rasulullah SAW dan mengucapkan salam tiga kali…  Namun tidak ada jawaban…  Abu Bakar ra sedih dan berseru di pintu Nabi SAW..
“Hal ilaa bayti Rasulillah min sabiil?  bolehkah saya masuk ke rumahmu ya Rasulullah?”
Tetap tidak ada jawaban.  Lalu beliau menangis dan melangkah pulang…  Di jalan beliau bertemu sayyidina Umar…
“Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”
Abu Bakar menceritakan keadaan Rasulullah SAW…
Maka Umar ra pun melangkah ke rumah Nabi SAW dan terjadilah hal yg sama…
Umar pun pulang dan menangis.
Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi.
Sambil terisak2 Umar bercerita kepada Salman.
Salman amat sedih… Namun dia tidak berani mengulang hal yang sama…
Salman melangkah ke rumah Fatimah dan menceritakan hal itu…
Setengah berlari Fatimah menuju rumah Nabi SAW dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam… Mendengar suara lembut putri tercinta sejuklah dada Nabi SAW…
Baginda bangkit dari sujud dan membuka pintu…
Alangkah terkejutnya Fatimah rha melihat Nabi SAW yg amat kurus dan pucat…  Fatimah memeluknya lalu menangis.
“Wahai ayahanda apa yang terjadi…mengapa engkau sedih seperti ini?”
Rasulullah SAW kembali menangis dan berkata dengan suara lirih…
“Wahai Fatimah belahan jiwaku…
bagaimana mungkin aku tidak sedih…
Jibril mengatakan akan ada kelak umatku yang akan masuk neraka…”
Kedua anak dan bapak itupun menangis bersimbah air mata…
Allahumma Shalli aala sayyidina wa maulana muhammad...

Selasa, 16 Februari 2016

Rahasia 37 kepangkatan Wali Allah

PANGKAT WALI ALLAH SEBAGAI BERIKUT:
1.Qutub Atau Ghauts (1 abad 1 Orang)
2. Aimmah (1 Abad 2 orang )
3. Autad (1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata Angin)
4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah & berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat Alloh menggantikannya dengan mengangkat Wali abdal Yg Lain (Abdal=Pengganti) Wali Abdal juga ada yang Waliyahnya (Wanita)
5. Nuqoba’ ( Naqib ) (1 Abad 12 orang Di Wakilkan Alloh Masing2 pada tiap2 Bulan)
6. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )
7. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang ) Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi.
8. Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal Alloh kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh mengangkatnya menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh karena itu Namanya Rojabiyyun.
9. Khotam ( penutup Wali )( 1 Alam dunia hanya 1 orang ) Yaitu Nabi Isa A.S ketika diturunkan kembali ke dunia Alloh Angkat menjadi Wali Khotam (Penutup)
10. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )
11. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )
12. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 7 Orang )
13. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )
14. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak kurang dan tidak lebih Alloh selau mengangkat wali lainnya Apabila ada salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat)
15.Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )
16. Rizalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )
17. Rizalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan Wali yang di sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min, Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib.
18. Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18 orang )
19. Rizalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )
20. Khomsatur Rizal ( 1 Abad 5 orang )
21. Rizalul Hanan ( 1 Abad 15 Orang )
22. Rizalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )
23. Rizalul Fath ( 1 Abad 24 Orang ) Alloh mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )
23. Rizalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )
24. Rizalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )
25. Rizalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )
26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang ) Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal
27. Rozulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )
28. Rozulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad 1 Orang )
Wali dengan Maqom Rozulun Wahidun Markab ini di lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia , Wali dengan Pangkat ini Tubuhnya terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang menyebut ” Rozulun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas segala sesuatu Kuasa.
29. Syakhsun Ghorib ( di dunia hanya ada 1 orang )
30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy (1 Abad 1 Orang)
31. Rizalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang ) sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada Alloh maupun Kaya Harta yg di jalankan di jalan Alloh, Pangkat Wali ini juga ada Waliahnya ( Wanita ).
31. Syakhsun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )
32. Rizalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10 Orang )
33. Budala’ ( 1 Abad 12 orang ) Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’) dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal
34. Rizalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )
35. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang ) salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty
36. Rizalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang ) Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “akulah salah satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk beribadah di dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam aku tiba2 orang tersebut hilang dari pandanganku.
37. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )
Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yg lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, Karena Wali ini ada di dalam Hizab nya Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz sebagai barisan para Aulia, Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para Aulia Seperti di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani Melaksanakan Towaf di Baitulloh Mekkah Mukarromah tiba2 Syeikh melihat seorang wanita dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz dilihat di lauhil mahfudz nama Wanita ini tidak ada di barisan para Wali2 Alloh, Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Alloh untuk mengetahui siapa Wanita ini dan apa yang menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat , Kemudian Alloh memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang Waliyyah dengan Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab ” Berada di Dalam Hizabnya Alloh “, Kisah ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa Ber Husnudzon ( Berbaik Sangka ) kepada semua Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi Maqom2 Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia di bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang mempunyai tugasnya Masing2 sesuai Pangkatnya atau Maqomnya.
Firman Allah dalam Surat Al-Imron ayat 169:
“LA TAHSABANNAL LADZI QUTILUU FI SABILILLAHI AMWATAN, BAL AHYAUN INDA ROBBIHIM YURZAQUNA ”
Terjemahnya sebagai berikut:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang2 yang gugur di jalan Alloh itu ‘MATI’ bahkan mereka itu ‘HIDUP’ di sisi tuhannya dengan mendapat rezqi”.
HIDUP Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat keni’matan2 di sisi Alloh, Dan hanya Alloh sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan HIDUP nya itu.

Senin, 15 Februari 2016

SIAPA ORANG YANG PALING KAYA DI DUNIA ? .B.C Dari Maha Guru Al-habib QURAISY BAHARUN

Siapakah orang yang paling kaya di dunia saat ini?

Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, mungkin banyak yang akan menjawab,  Mark Zuckerberg Miliarder muda pendiri Facebook, atau si pemilik perusahaan Microsoft "Bill Gates” atau Carlos Slim Helu Ia dikenal sebagai pengusaha dan filantropis asal Spanyol yang memimpin perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Móvil.

Atau bisa jadi jawabannya, Pengusaha ini, pemain bola itu dan lain-lainnya yang memiliki kekayaan mencapai USD 79.2 miliar (sekitar Rp1,1 kuadriliun).

Berbagai jawaban di atas barangkali akan sangat dianggap wajar karena barometer kekayaan di benak kebanyakan orang saat ini diukur dengan kekayaan harta duniawi. Padahal, jika menggunakan barometer islam, bukan merupakan hal yang mustahil bahwa kita pun amat berpeluang untuk menjadi kandidat orang paling “kaya”!

Nabi kita menjelaskan siapa sih sebenarnya Orang paling kaya?

Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan Islam, adalah: orang yang paling qana'ah.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kesempatan besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujungnya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Sayyidinal Musthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim)

Saudara-saudariku,
Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan misalkan tukang becak hanya mendapatkan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya?
Sedangkan disana, ada mereka yang berpenghasilan dua Juta perhari bahkan lebih tapi tetap saja hidup serba kekurangan.
Inilah istimewanya sifat "Qana'ah" walaupun hasilnya tampak sedikit tapi dia merasa kaya.

Jelas bukan !!?
Berdasarkan barometer di atas, Banyaknya harta atau penghasilan bukanlah mutlak seseorang itu disebut kaya dalam Islam.

Dan selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam harta orang-orang yang nrimo dengan legowo, juga karena ukuran kecukupannya menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi).

Ya Allah, Berilah kami sifat Qana'ah, menerima dengan Ikhlas apa yang Engkau berikan, Berkahilah rezeki kami. Jangan jadikan banyaknya harta kami membuat kami semakin jauh dari Ibadah dan mendekatkan diri pada-MU.

Kami hamba-Mu yang lemah (dho'if) sadar betul, berapa banyak saudara-saudari kami Engkau berikan harta, jabatan,pangkat dan karunia lainnya, hanya membuat mereka jauh dan melupakan-MU, melupakan agama-Mu, melupakan sebagai kewajibannya sebagai orang yang dititipkan harta tapi tidak mau membelanjakan hartanya ke Jalan-MU.... Lindungilah kami semua Ya Rabb.. dari Amarah dan Murka-MU... Aamiin...

***
Silahkan tandai/tag ke teman-teman facebook anda, mudah-mudahan bisa bermanfaat.
***

NOTES :
Dan Saudara-saudariku, yang selalu berkomentar sopan di page ini, men-share/bagikan, like, dan menandai teman-temannya di facebook, semoga termasuk dalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)

===================

Minggu, 14 Februari 2016

Ini lah keistimewaan dan keberuntungan untuk para ahli sholawat

10 Keutamaan Shalawat
(Khalifatus khalaf Wa Baqiyatus Salaf Al Imam Al Quthb Al Habib AbdulQadir bin Ahmad Assegaf(Jeddah)
----------------------------------------
Setiap muslim yang lidahnya banyak bersholawat pada Rasulullah SAW, akan di jamin paling sedikit sepuluh keberkahan oleh Allah SWT :

1. Doa mereka selalu terkabul.

2. Akan meninggal dalam keyakinan lā ilāha illā Allāh

3. Terjamin bertemu Rasulullah SAW

4. Hidupnya akan selalu tenang dan tentram.

5. Keturunannya akan selalu di berkati

6. Usahanya akan di permudah

7. Senantiasa terlindung dari musibah

8. Akan selalu dekat dgn Rasulullah SAW

9. Akan selalu di jaga dan diperhatikan oleh Allah SWT

10. Allah SWT dan Rasulullah SAW  akan selalu menyayangi mereka..